Senin, 19 Desember 2011

ALAM SEMESTA DAN SEGALA ISINYA


JAGAT RAYA
        Apa sih jagat raya itu ?
Jagat raya atau lebih dikenal dengan istilah alam semesta, adalah ruang tempat dimana semua benda langit berada. Di jagat raya terdapat matahari, planet-planet termasuk bumi, komet, asteroid, meteor, serta bermilyaran bintang.

Jagat raya dengan segala isinya masih menyimpan misteri. Sebagian ada yang terungkap, namun masih banyak yang masih menyimpan tanda tanya, misalnya dimana batas alam semesta?  Maka, jawabannya tidak terbatas. Mengapa? Karena hingga saat ini kemampuan manusia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi belum membuktikan di mana ujung dari ruang Jagat Raya itu.
          
 Bagaimana jagat raya terbentuk ?
Proses terbentuknya jagat raya merupakan salah satu misteri yang dicoba untuk dipecahkan manusia. Berikut ini teori – teori yang menjelaskan pembentukan jagar raya:
a.    TEORI BIG BANG
Pada tahun 1927 Georges-Henri Lemaitre, pastor Belgia, menyatakan bahwa jagat raya terus berkembang. Ia menyimpulkan seluruh isi jagat raya berasal dari 1 titik. Inilah cikal bakal teori big bang.

Teori big bang menjelaskan bahwa jagat raya terbentuk dari sebuah ledakan dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang lalu. Akibat ledakan ini, materi-materi dalam jumlah besar terlontar ke segala penjuru. Materi – materi ini yang kemudian mengisi jagat raya dalam bentuk bintang, planet, asteroid, komet, meteor dan partikel lainnya.

Pada tahun 1929 seorang astronom AS, Edwin Hubble melakukan pengamatan terhadap galaksi yang jauh letaknya. Galaksi tersebut selalu bergerak menjauhi pusat galaksi. Jarak antar galaksi juga bertambah.Hasil pengamatannya ini memperkuat kesimpulan Lemaitre bahwa Jagat raya tidak statis, melainkan terus berkembang.
                                                                
b.    TEORI KEADAAN TETAP ( Steady state theory )

Teori ini menjelaskan bahwa jagat raya tidak hanya tetap dalam ruang (asas kosmologi), namun juga tidak berubah dalam waktu (asas kosmologi sempurna). Teori ini dicetuskan oleh ahli astronomi Inggris, Fred Hoyle dan beberapa ahli astro-fisika Inggris yang lain.

Teori keadaan tetap sangat berlawanan dengan teori big bang. Dalam teori big bang, ruang angkasa berkembang menjadi lebih kosong sewaktu berbagai galaksi menjauh dari pusatnya.
Sedangkan teori keadaan tetap beranggapan bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh.

Para astronom mengatakan bahwa zat tersebut adalah hydrogen, yaitu zat pembentuk bintang dan galaksi. Namun pendapat ini tidak sesuai dengan hukum fisika yaitu Hukum kekekalan zat “ Zat tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah menjadi zat lain atau energi”. Sebaliknya sulit pula untuk menyanggah proses pembentukan zat tersebut. Menurut teori keadaan tetap, jumlah zat sangat lambat bertambahnya kira-kira 1 atom setiap 1000 juta tahun dalam volume ruang angkasa.

Teori ini akhirnya tidak mendapat dukungan lagi. Teori ini tidak menyatakan bahwa sifat rata-rata berbagai galaksi yang jauh dan dekat berbeda. Para ahli astronomi radio juga sudah mengetahui hal itu dengan bukti banyaknya sumber radio yang lemah. Hal itu dapat dijelaskan oleh Teori Big Bang yang menyatakan galaksi mengalami evolusi. Dengan fakta ini, Hoyle dan para astronom lainnya telah meninggalkan teori keadaan tetap.


GALAKSI

Galaksi??? “Pernah denger sih… itu permainan yang kita sering main di sekolah kan?” Nah, mungkin itu salah satu pertanyaan yang terbesit di pikiran seseorang saat pertama kali mengenal galaksi.

Galaksi adalah sistem perbintangan mahaluas yang didalamnya terdapat milyaran bintang serta benda-benda langit lainnya yang beredar mengelilingi pusat secara teratur. Galaksi tersusun secara menggerombol dan tiap-tiap angggota galaksi memiliki gaya gravitasi. Galaksi terlihat seperti kabut yang terdiri dari gumpalan gas kosmos yang sangat besar disebut nebula.

Bentuk galaksi :
Para ahli astronomi, hingga saat ini, telah mampu mendeteksi hingga 1000 galaksi dengan teleskop berkekuatan tinggi. Galaksi-galaksi ini memiliki berbagai bentuk, sehingga galaksi dibagi menjadi 3 tipe yaitu:
a.    Galaksi  spiral
Galaksi bentuk ini memiliki lengkungan - lengkungan spiral yang keluar dari inti yang terang seperti pusaran api  raksasa. Galaksi spiral memiliki 3 bagian utama yaitu halo, lengan spiral, dan bulge (pusat galaksi). Galaksi yang memiliki bentuk ini adalah galaksi Bimasakti (Milky Way), galaksi Andromeda dan galaksi roda biru (Blue Pin Wheel = M33).
Nah, di galaksi Bimasakti inilah, tata surya termasuk matahari dan bumi kita  berada. Matahari juga merupakan bintang, karena dia memiliki cahaya sendiri. Namun, matahari bukanlah bintang istimewa, tetapi hanyalah 1 dari 200 milyar bintang anggota Bimasakti. Semakin ke arah pusat galaksi jarak antar bintang semakin dekat, dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin besar.

b.    Galaksi Elips
Galaksi bentuk elips mempunyai struktur yang halus dari pusat yang terang sampai tepi-tepi dengan batas yang jelas. Bentuk ini lebih sederhana dibandingkan bentuk spiral, karena hanya terdiri dari pusat dan selubung yang membungkus pusat. Galaksi tipe ini contohnya Galaksi M87, yaitu galaksi elips raksasa di rasi bintang Virgo.

c.    Galaksi tak beraturan
Galaksi ini tidak memiliki bentuk khusus. Bentuknya seperti onggokan bintang dengan batas yang kurang jelas, Galaksi tak beraturan ini banyak mengandung debu dan gas. Contoh galaksi tipe ini adalah Galaksi Magellan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar